PMII ; Keberadaan KI Babel Sangat Penting Bagi Ketebukaan Informasi Publik

Pangkalpinang, Lababel, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menilai bahawa publik belum banyak mengetahui adanya UU No 14 tahun 2008, yang mengatur keterbukaan informasi Publik. Mungkin UU ini masih menjadi tabuh di kalangan publik. Hal ini disampaikan ketua PC PMII masyadi bersama rekannya Siap bang. Sandi ,raferli dan budiharto di kantor Informasi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung saat dengar pendapat evaluasi program KI Babel 2019 pagi tadi (28/11).

Rapat Dengar Pendapat KI babel dengan PMII

 

” bahwasanya kIP adalah lembaga yg bgus dan baik dalam hal keterbukaan informasi publik. Dalam hal ini juga KIP sudah berusaha dalam beberapa hal untuk menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa keberadaan KIP ini sangat penting dan berguna bagi informasi keterbukaan publik. Tapi ada juga mahasiswa dan masyarakat belum tahu atau tidak mengetahui bahwa keberadaan kid itu sendiri. Karena keterbatasan kita untuk bertatap langsung bahwa KIP seperti apa dan hal ini terkadang menjadi penghambat dalam melakukan penyampaian informasi ” Ungkap Masyadi ketua PC PMII Bangka Belitung.
Dia berharap Komisi Informasi Babel di tahun 2020 bisa bersinergi dalam hal sosialisasi, edukasi dan advokasi tentang UU KIP.

Masyadi dan kawan – kawan PC PMII Babel

 

Hal ini disambut baik oleh Komisi Informasi Babel, dengan mensinergikan program antara lain komisi informasi selalu mensosialisasikan UU no 14 tahun 2008 baik melalui forum maupun nantinya bersama – sama melakukan pendampingan sosialisasi, karena keterbukaan informasi pada dasarnya semua orang berhak tahu dan merupakan tugas kita bersama untuk menimplemtasikanya ungkap Eko tejo marvianto bersama komisioner lainya A. Tarmizi, Syawaluddin dan Ita rosita.