Tangkal Berita Hoax di Medsos, Gubernur Bangka Belitung Ajak Masyarakat Tumbuhkan Sikap Bela Negara Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Tangkal Berita Hoax di Medsos, Gubernur Bangka Belitung Ajak Masyarakat Tumbuhkan Sikap Bela Nega

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membuka langsung Sosialisasi Kesadaran Bela Negara Lingkup Pekerjaan di Provinsi Bangka Belitung secara virtual, Senin (16/11/2020).

Orang nomor satu di Babel ini menyoroti ancaman penyebaran berita hoax di media sosial yang sangat masif terjadi saat ini yang dinilai bisa memicu merusak ideologi Pancasila.

"Di era globalisasi saat ini, terjadi keterbukaan informasi dan kecepatan akses. Apalagi adanya pola-pola dan tehnik yang kekinian serta penyebaran hoax secara masif saat ini. Kemajuan dan banjirnya berita sejenis tersebut dapat menimbulkan dampak sosial," ungkap Erzaldi.

Belum lagi, dikatakannya kurangnya literasi dalam isi berita yang dilakukan oleh oknum tertentu karena tidak terkonfirmasi menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama.

"Media sosial seperti kita ketahui paling banyak digunakan masyarakat, untuk itu media sosial menjadi medium penting dalam penyebaran hoax yang tentu harus diperhatikan dan diawasi bersama," tegas Erzaldi.

Pola penyebaran hoax ini memberikan gambaran jelas adanya post-truth saat mendapatkan informasi di media sosial.

"Upaya dilakukan pemerintah dan lembaga keamanan serta kepemudaan sudah berusaha meminimalkan hal itu. Fenomena post-truth ini polarisasinya ditandai dengan memviralkannya suatu berita dengan mengusung unsur keagamaan, sara dan sebagainya," kata Erzaldi.

Sehingga perlu sekali upaya mitigasi risiko dalam penyebaran berita hoax terutama penekanan untuk literasi sosial media yang berbasis informasi dan pengetahuan dengan harus pandainya memahami fakta dan opini.

Dengan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat sadar, menumbuhkan dan mengimplementasikan sikap bela negara dalam menangkal berita hoax.

"Sosialisasi ini serta merta tidak dikatakan terlambat sebab ini untuk mendukung segala aktivitas kita. Ini harus kita lakukan, kita juga ada beberapa upaya di lingkungam pemerintah dalam memupuk perilaku para pegawai akan kecintaan tehadap bela negara dan nanti akan dilakukan juga kepas mahasiwa pada awal kuliah mereka," jelas Erzaldi.

Bela negara sendiri adalah sikap yang dijiwai kecintaan terhadap negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kelangsungan hidup negara seutuhnya.

Sementara itu, Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan, Brigjen TNI Jubei Levianto mengatakan bela negara adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat.

"Kesadaran berbangsa dan negara sangat panting diterapkan para pekerja di lingkungan pemerintahan maupun swasta. Dengan demikian mereka bisa menjadi role model mengaktualisasikan tentang bela negara. Sikap bela negara ini harus ditumbuhkan terus menerus dari keyakinan diri sendiri," tutur Jubei.

Sumber: 
bangka.tribunnews.com